CHAPTER 1:
SEPANJANG BRAGA
SEPANJANG BRAGA
Aku tidak tahu apakah harus menyesal atau tidak. Tapi nyatanya, dibutuhkan waktu sepuluh tahun dan seratus buah lukisan untuk akhirnya membuat aku sadar. "Anda suka?" Pengunjung di sebelahku mengawasiku. "Aku? Ah... ya!" Suaraku baur, ada keraguan dan keterkejutan. Kupikir, terlalu lama aku terpaku. "Lukisan ini memang bagus!" Nadanya menyerupai gumaman.